UNTOLD STORY of: “Alibaba dan 40 Penyamun”

the ALIBABA

Pernah dengar Alibaba dan 40 penyamun? http://dongeng1001malam.blogspot.com/2005/03/alibaba-dan-40-penyamun.html . Yah, salah satu cerita favorit saya. Cerita mengenai Alibaba yang mengetahui sebuah gua tempat penyimpanan uang emas milik para penyamun. Pastinya cerita ini juga pernah menjadi pengantar tidur kita. Lalu bagaimana apabila cerita ini tidak seperti yang kita ketahui selama ini? Bagaimana jika ada cerita lain dibalik cerita “Alibaba dan 40 Penyamun” ini? Pastinya lebih menarik dan lebih rumit alurnya. Wowow!

Kemarin saya sempat bermain bongkar pasang kayu. Kind of 3D puzzle! Bentuknya bola bulat sempurna. Asik sekali. Kemudian saya mulai tergoda menulis cerita singkat ini. bagaimana kalau saya buat sebuah cerita Alibaba dan 40 Penyamun versi saya.

Bayangkan cerita pada artikel tersebut di atas (*yang saya cantumkan linknya) adalah cerita yang tengah terjadi di depan mata kita. Tapi saya ingin membubuhkan cerita di baliknya. Siapakah sebenarnya penyamun? Darimana mereka berasal? Tinggal dimana? Guanya dimana? Bagaimana Alibaba bertemu dengan penyamun? Bagaimana nasib Alibaba selanjutnya?

***

 

Siapakah Alibaba?

Sebenarnya Alibaba tidak kebetulan menemukan gua emas milik para penyamun. Semua berkat ayahnya, Ali Hudin. Sebelum meninggal, Ali Hudin menyerahkan bola emas yang ia bongkar menjadi kepingan-kepingan puzzle 3D kepada kedua anaknya, Alibaba dan Kasim. Tujuan ayahnya agar mereka selalu ingat bahwa mereka berdua adalah satu saudara yang saling melengkapi dan saling membantu. Alibaba yang selalu taat pada ayahnya memegang janji untuk selalu menjaganya. Sedangkan Kasim yang sangat tamak malah menjual kepingan-kepingan puzzle emas itu pada seorang saudagar kaya. Maka, mulai saat itulah Kasim menjadi kaya raya, sedangkan Alibaba menjadi tetap hidup sederhana. Sebenarnya Alibaba tidak semiskin yang kita duga, ia juga diwariskan sepetak kebun anggur milik ayahnya, sedangkan Kasim diwariskan juga sebuah rumah milik ayahnya.

Perlu diketahui bahwa Ali Hudin sebenarnya memiliki cukup penghasilan. Sepetak kebun anggur milik Ali Hudin dirawat dengan sangat baik. Ia memiliki cara dan tekhnik yang aneh dalam mengolah kebun anggur itu.

Saat menuju pasar untuk bertemu dengan saudagar kaya, tak sengaja Morijana menyaksikan Kasim membawa sekantong merah berisi sesuatu yang nampak berharga untuk dijual. Kemudian Morijana pun sempat menguntit Kasim hingga transaksi pertukaran itu berlangsung. Mengetahui hal ini, Morijana langsung melapor pada istri Alibaba.

Tak lama kemudian Alibaba pulang dari kebun anggur. Segera istri Alibaba menceritakan apa yang ia dengar dari Morijana. Mengetahui Kasim telah menjual emas-emas warisan ayahnya, Alibaba tak tinggal diam. Kemudian dengan berat hati ia memutuskan menjual kebun anggur warisan ayahnya untuk ditukar dengan sekantong keping puzzle emas itu. Namun ternyata belum cukup, bahkan beberapa itu sudah ditambah dengan satu kendi tabungan Alibaba selama ini. Akhirnya ia memutuskan membayar sisanya dengan bekerja pada saudagar itu sebagai penjual minyak. Hasil uangnya sebagian nanti dipakai untuk mengangsur. Melihat kesungguhan Alibaba, saudagar kaya itu mau menukarkan emas ditanggannya dengan hanya sepetak kebun anggur ditambah uang tabungan sebanyak satu kendi dan sisanya diangsur. Tak ragu saudagar itu menukarkannya. Lagipula Alibaba adalah orang yang jujur.

Dengan hati lega, Alibaba membawa sekantung puzzle emas warisan ayahnya yang telah berhasil ia tukarkan dengan tanah mata pencahariannya selama ini. Dari sinilah kita ketahui, mengapa Alibaba adalah orang yang miskin, sedangkan Kasim menjadi kaya raya.

 

Bagaimana Alibaba bisa menemukan gua tersebut?

Gua tempat penyimpanan emas milik para penyamun berada jauh dari lokasi pemukiman penduduk. Disembunyikan di balik bukit-bukit. Yang jelas para penyamun mencari lokasi yang tidak mudah ditemukan, begitu rahasia.

Lalu hal apa yang membawa Alibaba hingga sampai kepada gua para penyamun yang begitu rahasia? Sebuah kebetulan kah? Tidak. Pertemuan dengan para penyamun itulah sisi “kebetulan” nya. Itulah yang menyebabkan Alibaba ketakutan dan segera bersembunyi. Ia terkejut dengan suara langkah derap kuda-kuda yang makin mendekat.

Hal yang membawa Alibaba sampai ke gua adalah puzzle emas miliknya. Warisan terakhir dari ayahnya yang ia miliki.

Sebenarnya, selama waktu luang, ia sempatkan dirinya merenung akan kenangan terakhir ayahnya itu. ia melihat bentuk-bentuk kepingan emas itu begitu unik. Baru. Seperti benda asing baginya. Kemudian dari rasa penasaran itulah, ia mencoba mengutak atik. Ternyata selang tiga hari tiga malam, ia berhasil menyelesaikan puzzle emas itu menjadi sebuah bola indah berkilau. Di permukaannya terdapat titik-garis dan simbol-simbol aneh. Namun ia segera ingat, kenangan akan bersama ayahnya ketika masih kecil. Titik-garis dan simbol-simbol itu adalah permainan bersama saudaranya Kasim dan ayahnya ketika mereka masih kecil. Ini sebuah peta harta karun.

Iapun menelusuri jejak pada gambar peta itu, dan bola itu membawanya pada ujung sebuah bukit yang diujungnya terdapat pohon besar dan sebuah rumah kayu tua, sedangkan di bawahnya terdapat sungai jernih yang mengalir. Itu rumah yang lapuk.

Sempat ia masuk dan mencari-cari apapun yang ada di dalamnya. Tidak ada sesuatupun tersisa. Hanya barang-barang tua yang bau berdebu dan tidak lagi terpakai. Selama mencari-cari ia banyak menemukan hal aneh. Mesin-mesin kecil dari logam yang belum pernah ia lihat. Ia abaikan saja, sampai ia menemukan sebuah buku. Buku itu berisi catatan dalam bahasa yang ia tak bisa pahami. Ia cukup mengerti beberapa bahasa dalam buku itu. Sisanya tak terjangkau akalnya. Walau menarik namun ia merasa berlama-lama di sini tak akan ada gunanya. Ia kemudian tinggalkan tempat itu.

Alibaba pun kembali mencari penghasilan untuk memenuhi kebutuhannya dengan menjadi buruh saudagar minyak. Hasilnya yang tak banyak, cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari bersama istrinya. Suatu saat ia merasa aneh dengan puzzle bola peta yang dahulu ia rangkai. Ia perhatikan kembali gambar-gambar itu dengan seksama. Benar dugaannya. Ia membongkar kembali dan menyusun ulang puzzle itu, dan berakhir pada pola gambar yang berbeda. Kali ini petanya nampak sempurna, setiap titik-garis dan simbol-simbol begitu berhubungan. Ini peta yang tidak begitu rumit.

Ia pun pamit kepada istrinya untuk menelusuri kata hatinya. Mengikuti peta itu membawanya. Istrinya meng-iya-kan, namun kali ini ia harus menyelesaikan dahulu pekerjaannya menjual minyak-minyak itu.

Setelah minyak-minyak Alibaba di atas keledainya habis terjual ia pun bergegas mencari kemana arah peta membawanya.

Sampailah ia pada jalan buntu, di depan sebuah bukit batu yang luar biasanya besarnya. Ia pun merasa kecewa. Tak lama suara derap langkah kuda-kuda terdengar bergemuruh mendekat. Sontak, ia pun terkejut. Langsung ia bersembunyi di antara batu-batu.

Ternyata itulah para penyamun. Kemudian ceritanya berlanjut sebagaimana kisah-kisah ini diceritakan pada umumnya.

 

Siapa sebenarnya ayah Alibaba?

Ayah alibaba bernama Ali Hudin. Ia membeli sepetak tanah untuk ia tanami anggur. Ia memiliki rumah yang cukup besar. Ali Hudin adalah orang yang baik. Kecerdasannya dalam hal berhitung dan mekanik, membuat ayahnya menjadi orang yang banyak dimintai bantuan oleh tetangga-tetangganya.

Saat Alibaba dan Kasim masih kecil, mereka telah lebih dulu ditinggal mati oleh ibunya. Ayahnyalah yang membesarkan keduanya dengan baik. Mengajarkan berbegai macam ilmu pengetahuan dan hal-hal mengenai mekanikal dasar. Namun dari kedua anaknya itu, Alibaba lah yang paling cerdas. Oleh sebab itu, ayahnya lebih banyak memberi ilmu kepada Alibaba daripada Kasim.

Mengapa ayahnya bisa menjadi orang yang terpandai di kampungnya? Seorang mekanikal yang mampu membuat mesin sederhana untuk bercocok tanam? Itu karena sebenarnya ayah Alibaba bukan dari jamannya. Ia berasal dari masa depan untuk kembali ke masa lalu dengan mesin waktu. Ia melakukan perjalan waktu, pada awalnya hanya untuk riset. Itulah sebabnya, mengapa Ayahnya memiliki pengetahuan yang tinggi dan mampu mengolah kebun anggurnya dengan sangat baik. Semua itu karena ia memiliki pengetahuan dan tekhnologi mutakhir dari jaman masa depan. Kemudian di jaman ini (masa lalu ini) ia bertemu dengan seorang gadis lokal, dan jatuh cinta kepadanya. Di sinilah titik di mana Ali Hudin enggan kembali ke masa depan.

 

Siapakah sebenarnya para penyamun itu?

Para penyamun itu memang bukan siapa-siapa. Namun pimpinannya adalah orang yang penting. Ia adalah sahabat Ali Hudin. Sahabat dari ayah Alibaba.

Ayah Alibaba tidak sendiri mekakukan perjalanan menuju masa lalu demi riset. Ia ditemani oleh sahabatnya, Abbas. Abbas juga seorang ilmuwan dan mekanikal. Mereka berdua membuat mesin waktu itu. Setelah tiba di masa lalu (masa Alibaba saat ini), mesin itu rusak dan mereka pun menyembunyikannya di sebuah ruang dalam tanah. Di atas ruang itu dibuat sebuah ruang besar berbentuk gua. Ruang besar itulah yang kini menjadi gua emas milik penyamun.

Agar mereka tak kehilangan gua itu, maka dibuatlah sebuah peta dari emas (*emas ini mereka kumpulkan dari kerja keras mereka saat berada di jaman ini dan awalnya dimaksudkan untuk dibawa kembali ke jaman masa depan). Peta puzzle berbentuk bola itulah yang kini diwariskan kepada Alibaba.

Suatu saat ayah Alibaba dan sahabatnya, Abbas berselisih. Abbas lebih suka mencari harta dengan menipu dan merampok. Sedangkan Ali Hudin lebih menyukai bekerja keras dengan cara yang baik. Mereka pun berpisah (namun tidak bermusuhan). Dengan perjanjian, bahwa mesin waktu tetap berada di dalam gua dan dijaga oleh Abbas, sedangkan Ali Hudin membawa peta emas itu bersamanya untuk dijaga. Suatu saat mereka yakin bisa kembali pulang.

Sebelum berpisah, mereka berdua harus menutup mulut gua itu. Alhasil, keduanya membuat pintu geser yang sangat besar. Pintu itu terbuat dari patu yang ditarik dengan mesin hidrolik. Hanya Ali Hudin dan Abbas yang bisa membukanya. Hal ini karena tekhnology untuk membuka pintu itu dibuat dengan sensor kepekaan suara. Sensor ini menerima sejenis kata sebagai password (*yang kini lebih akrab disuarakan sebagai “Alakazam! Sesame!”) dan suara khas dari keduanya sebagai identitas.

Lalu bagaimana Alibaba dan Kasim bisa membuka pintu itu? karena mereka selain mengetahui password yang harus diucapkan, mereka berdua juga memiliki suara khas milik ayahnya, Ali Hudin.

Abbas kemudian bertolak menjadi seorang penyamun dan memiliki banyak anak buah, sedangkan ayahnya pergi untuk hidup sederhana bersama ibu Alibaba.

 

Ada rahasia apakah sebenarnya dalam bola itu?

Selain sebagai peta menuju gua itu. Diam-diam ayah Alibaba membuat peta itu dapat dibongkar dan dipasang ulang dalam bentuk pola bola sempurna yang lain. Atau singkatnya puzzle bola itu memiliki dua probabilitas bentuk bola sempurna.

Probabilitas pertama menujukkan gua tempat penyimpanan mesin waktu. Probabilitas kedua di buat menuju rumah kecil dimana ayahnya sering menyendiri. Ayah Alibaba membuat sebuah rumah di atas bukit di bawah pohon besar yang di bawah bukit itu mengalir sungai. Itulah pondok tua yang tadi ditemukan Alibaba.

Di dalam pondok itu, ayah Alibaba menyusun kembali rangkaian mesin waktu dalam gambar-gambar skema dan bahasa kode serta dengan banyak istilah bahasa inggris. Catatan-catatan harian ini kemudian dibukukan oleh ayah Alibaba, Ali Hudin. Inilah sebabnya mengapa Alibaba merasa aneh dengan buku itu. Karena buku itu sebagian tertulis dalam bahasa inggris (bahasa universal masa depan).

Dalam pondok tua itu juga ayahnya mencoba membuat ulang sparepart dari mesin waktu yang telah rusak. Perlu diketahui bahwa sebenarnya Ali Hudin dan Abbas ingin pulang kembali ke jamannya. Namun mesin waktu yang membawa mereka rusak. Itulah sebabnya mereka berdua terjebak di masa lalu sangat lama, hingga mereka berdua memutuskan hidup di tanah masa lalu ini.

 

Bagaimana akhir dari nasib Alibaba?

Dalam cerita umumnya tertulis bahwa Alibaba kemudian membagikan emas-emas milik penyamun itu kepada masyarakat. Tentunya setelah menghabisi para penyamun itu sebelumnya. Ternyata tidak hanya itu. Setelah emas itu habis dibagikan. Alibaba pun merenungkan apa hubungan Ayahnya dengan gua itu? Mengapa ayahnya, Ali Hudin mengetahui bahwa di tempat itu terdapat gua yang berisi emas? Dari kejanggalan-kejanggalan itulah, Alibaba menelusuri mulai dari awal lagi. Ia pun kembali ke pondok tua ayahnya, di situlah ia menemukan sebuah foto ayahnya bersama sahabatnya, yang tidak lain adalah seorang penyamun itu. Ia pun sempat terkejut.

Ia mempelajari buku catatan ayahnya, sehingga terjawablah semua pertanyaan yang selama ini mengganggunya: siapakah ayahnya yang sebenarnya, apa hubungannya dengan para penyamun itu, dan apa sebenarnya yang ayahnya sembunyikan darinya selama ini.

Kemudian lama ia mempelajari catatan ayahnya hingga ia memahami sesuatu. Bahwa ada yang lain yang disembunyikan ayahnya di gua emas itu. ia pun kembali ke gua emas yang kosong itu dan mencari-cari. Tak lama, ia kemudian menemukan lorong gelap menuju ruang bawah tanah. Kemudian ia menemukan mesin waktu ayahnya. Ia hubungkan skema ayahnya dengan mesin waktu itu, hingga ia mengerti. Dari sinilah kemudian suatu saat, Alibaba dapat pergi menuju masa depan bersama istrinya. Melanjutkan cita-cita ayahnya untuk membuktikan pada masa depan: bahwa perjalanan antar waktu itu nyata.

 

 

 

Begitulah akhir cerita.

Terima kasih sempat menbaca!

Salam!!

4 thoughts on “UNTOLD STORY of: “Alibaba dan 40 Penyamun”

    1. Well, kalau original story dari ketiganya beda-beda. Sinbad itu voyagers, dia bertualang di lautan. Kalau Aladdin dan Alibaba di daratan, tapi bedanya Aladdin ceritanya selalu bersandingan dengan lampu ajaib. Kalau Alibaba dengan gua emas….
      Dalam kasus Disney film ketiga Aladdin memang diberi judul Aladdin & 4o thieves, suka-suka mereka bebas….
      Dalam kasus cerita di atas hanya kreatifitas penulis….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s