Enam Matahari

“Enam Matahari” [22 Sept 2011]

 

Alkisah, negeri enam matahari,

Matahari yang kini membawa gersang di kemarau,

Menjanjikan damai yang hanyut oleh hujan,

 

Saat hari membawa membawa cahaya baru,

Tergantilah matahari dua musim,

Sayangnya gelap malam tak sirna jua.

 

Masa peralihan sangat hampa,

Bintang pun tak bercahaya,

Matahari baru tak juga bersinar,

Tak bersemi bunga di bumi pertiwi,

 

Akan tiba saatnya, musim itu,

Yang menghalau hujan tanpa badai,

Yang membawa matahari tanpa terik,

Di saat itu bayi pertiwi menangis kali pertama,

Itulah tanda perubahan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s